Rengginang Khas Cihonje Desa Sukakarsa Masih Tetap Bertahan.

Sukakarsa – Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari lalu digoreng panas dalam minyak goring dengan jumlah banyak. Rengginang biasanya dibuat berbentuk bulat dengan warna putih. Rengginang banyak ditemui di daerah Kabupaten Tasikmalaya termasuk di Desa Sukakarsa. Banyak warga Desa Sukakarsa yang mempunyai keahlian membuat rengginang.

Rengginang di Desa Sukakarsa lebih dikenal dengan nama ranginang dan bahan dasar pembuatannya hanya dari beras ketan. Rengginang yang dibuat warga Desa Sukakarsa hampir semuanya berbentuk bulat dan berwarna putih serta rasa terasi. Meskipun begitu ada juga warga Desa Sukakarsa yang membuat rengginang berwarna selain putih dengan cara mencampurkan pewarna baik alami maupun buatan ke dalam adonan rengginang.

rengginang khas cihonje desa sukakarsa sudah dikemas.

Rengginang di Desa Sukakarsa biasanya hanya dibuat untuk keperluan pribadi dengan jumlah produksi sedikit. Belum ada warga yang membuat rengginang dalam jumlah besar atau mendirikan pabrik rengginang. Namun ada juga beberapa warga Desa Sukakarsa yang menerima pesanan pembuatan rengginang. Pemesanan rengginang ini biasanya dilakukan saat akan Idul Fitri, saat ada hajatan (pernikahan) dan untuk oleh-oleh kerabat keluarga yang tinggal di luar Desa Sukakarsa.

Pembuatan rengginang di Desa Sukakarsa masih mengandalkan sinar matahari untuk pengeringannya. Belum ada warga yang mempunyai/menggunakan alat pengering dalam proses pembuatan rengginang. Hal ini dikarenakan mahalnya harga alat pengering dan produksi rengginang di Desa Sukakarsa masih berskala kecil. Ketergantungan pada sinar matahari menyebabkan pembuatan rengginang harus memperhatikan cuaca. Rengginang yang sangat baik harus kering dalam 1 atau 2 hari. Kualitas rengginang yang tidak kering dalam 1 atau 2 hari kurang baik dibanding rengginang yang kering dalam 1 atau 2 hari.

Rengginang dari Desa Sukakarsa dijual mentah (belum digoreng) dan matang (sudah digoreng). Hal ini menyebabkan harga jual berbeda antara rengginang mentah dan rengginang matang. Harga jual rengginang matang lebih mahal/tinggi daripada rengginang mentah.  Hal ini karena adanya penambahan biaya produksi yaitu minyak goring untuk rengginang yang dijual matang.

Warga Desa Sukakarsa mempunyai cara yang sama dalam cara pembuatan rengginang. Cara pembuatan rengginang biasanya diperoleh secara turun temurun dari orang tua mereka. Namun ada juga warga yang memperoleh cara pembuatan rengginang dengan cara belajar/bertanya ke warga yang telah biasa membuat rengginang. Tidak ada buku atau dokumen yang membahas tentang cara pembuatan rengginang di Desa Sukakarsa.

Proses pembuatan rengginang oleh warga Desa Sukakarsa melalui beberapa tahapan, yaitu :

  1. Pemilihan bahan.

Bahan dasar rengginang di Desa Sukakarsa adalah beras ketan yang diperoleh dengan cara membeli atau beras ketan hasil menanam di sawah. Sebagian besar warga Desa Sukakarsa membeli beras ketan untuk membuat rengginang. Hanya ada beberapa warga Desa Sukakarsa saja yang menggunakan beras ketan hasil menanam di sawah untuk membuat rengginang.

Beras ketan yang digunakan untuk membuat rengginang adalah beras ketan putih dan beras ketan hitam. Beras ketan hitam hanya dipakai apabila ada pesanan rengginang hitam. Beras ketan yang dipakai harus berkualitas baik, yaitu bulir berbentuk panjang, warna cerah/bersih dan tidak berbau. Kualitas beras ketan sangat menetukan kualitas rengginang. Beras ketan yang telah dibeli atau ditumbuk sebaiknya segera dibuat rengginang. Apabila terlalu lama disimpan beras ketan biasanya akan berbau dan berubah warna (kehitam-hitaman).

  1. Pencucian.

Beras ketan dicuci menggunakan air bersih sampai bersih. Tanda beras ketan sudah bersih saat dicuci yaitu air cucian bersih tidak berwarna putih. Sebelum dicuci beras ketan harus dibersihkan dari dedak (huut) yang terbawa saat proses penggilingan dengan cara ditapi. Setelah dicuci beras ketan harus disimpan dalam rendaman air selama satu malam. Hal ini bertujuan supaya hasil rengginang yang dibuat renyah.

  1. Pengukusan.
  2. Pengukusan Tahap 1.

Beras ketan dikukus sampai setengah matang atau orang sunda biasa menyebutnya sampai menjadi gigih.

  1. Pengadonan.

Pengadonan adalah proses pencampuran bumbu ke dalam beras ketan setengah matang. Bumbu yang digunakan adalah garam, terasi dan bahan penyedap lainnya. Takaran bumbu yang digunakan berbeda-beda antara satu warga dengan warga lainnya. Hal ini disesuaikan dengan selera masing-masing pembuat dan pesanan rengginang yang diinginkan.

  1. Pengukusan Tahap 2.

Beras ketan setengah matang yang telah dicampur bumbu dikukus sampai matang.

  1. Pencetakan.
doc. bapak Endik (63) pemilik pengolahan rengginang yang beralamat di kp cihonje desa sukakarsa, senin (26/11/2018).

Beras ketan yang telah matang dicetak saat masih panas. Pencetakan bias dilakukan dengan alat cetak maupun tanpa alat cetak. Alat cetak digunakan untuk menyamakan bentuk dan ukuran rengginang yang dibuat. Namun biasanya warga Desa Sukakarsa mencetak rengginang tanpa bantuan alat cetak. Mereka beralasan mencetak rengginang tanpa alat cetak lebih cepat dibandingkan mencetak menggunakan alat cetak. Hasil cetakan rengginang disusun di atas tampir atau ebeg sebelum dijemur.

  1. Pengeringan.
doc. proses pengeringan rengginang dengan cara dijemur.

Pengeringan dilakukan dengan cara menjemur di bawah sinar matahari. Rengginang yang baik adalah yang kering dalam 1 atau 2 hari. Saat penjemuran harus dilakukan pembalikan agar rengginang kering merata. Pengeringan biasanya dilakukan selama 2 hari. Rengginang yang telah kering bisa langsung digoreng, disimpan untuk persediaan dan dijual dalam bentuk mentah.

 

 

 

  1. Penggorengan.

Rengginang digoreng di dalam minyak goreng panas dengan jumlah banyak. Supaya rengginang mengembang dengan baik dan matang dengan rata sebaiknya penggorengan dilakukan dalam dua wadah (katel). Rengginang kering terlebih dahulu dimasukkan ke dalam minyak goreng hangat. Setelah agak mengembang kemudian dimasukkan ke dalam minyak goreng panas sampai matang. Rengginang yang telah matang harus ditiriskan dan didinginkan sebelum dikemas. Hal ini dilakukan supaya minyak yang menempel turun dan tidak panas saat dikemas.

doc. proses penggorengan rengginang secara tradisional dengan menggunakan kayu bakar.
  1. Pengemasan.
  2. Pengemasan Rengginang Mentah.

Pengemasan rengginang mentah dilakukan untuk rengginang yang dijual dalam bentuk mentah. Setelah rengginang benar-benar kering, dikemas ke dalam kantong plastic bening berukuran 15cm x 20cm. Banyaknya rengginang tiap kantong plastik berbeda-beda menyesuaikan dengan harga atau pesanan.

  1. Pengemasan Rengginang Matang.

    doc. rengginang matang siap untuk di jual.

Pengemasan rengginang matang dilakukan untuk rengginang yang dijual dalam bentuk matang. Rengginang yang telah digoreng, ditiriskan (dipisahkan dari minyak yang menempel) dan didinginkan supaya tidak menimbulkan bau tengik saat rengginang dikemas. Banyaknya rengginang matang dalam tiap kantong lebih sedikit dibandingkan rengginang mentah. Pengemasan rengginang matang harus dilakukan secara hati-hati, untuk mencegah rengginang bubuk.

” Syukur alhamdulillah, meskipun di olah secara sederhana tapi kualitas tetap saya jaga. dari mulai kebersihan bahan, jenis ketan sebagai bahan dasar, dan pengolahan kami utamakan. ” tutur pa Endik (63). Rabu (28/11/2018) 

 

 

sumber. ade yaya

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan