Melestarikan Qasidah Sebagai Budaya Islami Dalam Mewujudkan Visi Sukakarsa Yang Religi

foto dekumentasi qroup qasidah arjuna kebanggaan kampung bongas desa sukakarsa.

Sukakarsa – Seni suara yang bernafaskan islam disebut dengan Qasidah, di mana lagu-lagunya banyak mengandung unsur-unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran Islam. Biasanya lagu-lagu itu dinyanyikan dengan irama penuh kegembiraan yang hampir menyerupai irama-irama Timur Tengah dengan diiringi Rebana.

doc. semangat berlomba peserta group qasidah anak kampung bongas desa sukakarsa. selasa ( 04/12/2018).

Memang di desa kami sampai saat ini masih terus melestarikan budaya timur tengah dimana instrumen dan lagu-lagunya bernafaskan religi. Awalnya rebana berfungsi sebagai instrument dalam menyayikan lagu-lagu keagamaan berupa pujian-pujian terhadap Allah swt dan rasul-rasul-Nya, salawat, syair-syair Arab, dan lain lain. Oleh karena itulah ia disebut dengan Rebana yang berasal dari kata “rabanna” artinya wahai Tuhan kami (suatu doa dan pujian terhadap Tuhan). Dengan seiring berjalannya waktu qasidah rebana diwilayah desa sukakarsa terus berkembang.

Untuk melestarikan budaya turun temurun ini desa kami selain menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka memperingati tahun baru Islam, juga selalu tampil dalam lomba qasidah yang diikuti oleh berbagai macam usia. Dimulai dari tingkat anak, remaja hingga dewasa. Pemenang dari lomba tersebut nantinya akan menjadi perwakilan desa untuk ke tingkat Kecamatan hingga seterusnya.

Qasidah Rebana tampaknya sudah mengakar dihati masyarakat desa Sukakarsa, Tak lepas dari para Tokoh-tokoh, sesepuh alim ulama yang menggemari alat yang terbuat dari kayu dengan lubang yang ditutupi oleh kulit kambing tersebut. Bahkan antusiasme tokoh alim ulama tidak dipungkiri sangat berpengaruh besar untuk generasi muda dalam melestarikan budaya Islam.

doc. peserta qasidah remaja dan anak raih beberapa piala.

Alhamdulillah desa kami selalu mendapat predikat juara dalam setiap perlombaan terbuka. Sebut saja group qasidah dari kampung Bongas yang selalu aktif mengikuti setiap Festival Seni Qasidah. Baru-baru ini mereka memboyong tiga piala sekaligus dalam suatu ajang perlombaan yang di adakan oleh Ikatan Pemuda Bojong kampung Bojong Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya. Dengan ini nama Desa Sukakarsa menjadi harum dikancah Perkumpulan Lembaga Seni Qasidah Indonesia ( LASQI ). Imbasnya sampai saat ini lembaga yang ada di kabupaten tasikmalaya di bidang seni qasidah terus membina bibit-bibit dan group-group yang sering mengharumkan nama desa sekaligus kampungnya sendiri.

doc. kecerian peserta lomba saat akan mengikuti festival seni qasidah miftahul falah cigalontang.

” Terus kembangkan potensi, gali jatidiri untuk terus berprestasi. Qasidah Rebana akan tetap berjaya diatas bumi nusantara, semangat untuk para generasi muda yang siap untuk berkarya membangun bangsa dan agama.” kata pak Dicki (27) salah satu pelatih qasidah tingkat anak dari group Qasidah kampung Bongas saat kami temui. Rabu (05/12/2018).         

laporan.  haldi trisnahadi.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan